counter customizable free hit Pemblokiran Telegram oleh Pemerintah telah disetujui BIN & BNPT | EASK INFO

Pemblokiran Telegram oleh Pemerintah telah disetujui BIN & BNPT

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara melakukan pemblokiran situs Telegram tidak sembarangan karena sebelum pemblokiran, dia sudah berkonsultasi dan mendapat persetujuan dari dua institusi negara yakni Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Selain itu, beberapa bukti kuat mengapa dirinya sampai melakukan pemblokiran situs jejaring sosial yang dianggap paling secret tersebut juga sudah dikantonginya. Menurut pria yang karib disapa Chief ini, bahwa ada 500 halaman yang berisi grup ruang gerak kelompok radikal dan teroris bercokol di sana dan membangun komunikasi antar sesamanya mulai dari ajaran radikal, cara membuat bom, ajakan membenci aparat kepolisian. Chief juga mengaku sudah melayangkan teguran kepada pihak Telegram untuk mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia, yakni menertibkan komunikasi dan grup yang dianggap membahayakan. Namun sampai saat ini pun ternyata peringatan tersebut tidak diindahkan oleh pihak Telegram. Lantas mengapa Facebook dan Twitter tidak dilakukan tindakan yang sama dengan Telegram, ternyata Chief memiliki alasan lainnya. Ia mengatakan bahwa sejauh ini pun pihak Facebook maupun Twitter masih bisa dihubungi ketika ada persoalan yang ditemukan. Hal ini lantaran posisi kantor biro kedua perusahaan raksasa sosial media itu masih bisa dijangkau dengan mudah.

Chief mengatakan pemerintah Indonesia tidak akan menutup mata jika memang pihak Telegram mengindahkan peringatan itu, yakni dengan menerbitkan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan konten-konten radikalisme, sehingga proses pemblokiran bisa dibatalkan. Dibandingkan dengan penyedia fasilitas pesan instan dan media sosial lainnya, Telegram dianggap tidak memiliki prosedur pengaduan yang efektif sehingga sulit melaporkan jika ada konten yang berbahaya. Sebelumnya, CEO dan Founder Telegram, Pavel Durov angkat bicara soal rencana Kemenkominfo yang meminta Internet Service Provider (ISP) memblokir sebelas Domain Name System (DNS) milik Telegram. Pernyataan Durov itu muncul untuk menjawab pertanyaan yang masuk ke akun Twitter-nya, akun @auliafaizahr bertanya kepada Durov apakah dirinya sudah mengetahui kabar pemblokiran Telegram oleh Kemenkominfo. Kemenkominfo sebelumnya menyatakan ingin memblokir sebelas DNS Telegram karena diduga banyak memuat propaganda radikalisme, terorisme, paham kebencian, ajakan atau cara merakit bom, cara melakukan penyerangan, disturbing images, dan lain-lain yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia.11 DNS yang diblokir itu antara lain: t.me, telegram.me, telegram.org, core.telegram.org, desktop.telegram.org, macos.telegram.org, web.telegram.org, venus.web.telegram.org, pluto.web.telegram.org, flora.web.telegram.org, dan flora-1.web.telegram.org.

author
Author: 
    5 Kriteria Memilih Tipe Istri yang Wajib Kamu Tahu !
    5 Kriteria Memilih Tipe Istri yang Wajib Kamu Tahu !
    Berbicara masalah calon pendamping hidup tentu setiap
    ‘ Drama Kontroversial ‘ di Sea Games XXIX Malaysia 2017
    ‘ Drama Kontroversial ‘ di Sea Games XXIX Malaysia 2017
    Opening Ceremony ( Upacara pembukaan )  SEA
    TOP 5 Game E-Sport Populer dan Hadiah Turnamen E-Sport Terbesar Di Dunia
    TOP 5 Game E-Sport Populer dan Hadiah Turnamen E-Sport Terbesar Di Dunia
    Saat ini, E-sports sudah dijadikan sebagai bidang

    Leave a reply "Pemblokiran Telegram oleh Pemerintah telah disetujui BIN & BNPT"

    Must read×

    Top